Floresaktual.com, JAKARTA — Sebanyak 13 pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan) dicopot permanen karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan terlibat judi online atau judol.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pembinaan dan peringatan yang diberikan sebelumnya tidak menghentikan pelanggaran yang dilakukan.
“13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip Selasa (1/9/2026).
Amran menegaskan pencopotan tersebut bersifat permanen. Dia juga meminta Inspektur Jenderal dan Sekretaris Jenderal Kementan segera menyiapkan pengganti agar pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Menurut Amran, tindakan tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba. Kementan sebelumnya telah memberikan pembinaan dan peringatan kepada pegawai yang melakukan pelanggaran disiplin.
Namun, pelanggaran yang kembali terjadi membuat Kementan mengambil tindakan lebih tegas terhadap pejabat yang bersangkutan.
“Dulu pernah ada kecil-kecil, kami beri peringatan. Kami mencoba pembinaan, memberi peringatan. Ternyata berulang. Ah, lebih baik ini diberhentikan, dicopot sekalian,” tegasnya.
Amran mengatakan pembinaan terhadap pegawai tetap menjadi tanggung jawab pimpinan. Namun, pembinaan tidak berarti membiarkan pelanggaran terus berulang.
Dia menegaskan jajaran Kementan harus menjalankan tugas dengan disiplin serta menjaga integritas sebagai aparatur negara.
“Kami sudah beri tahu ke depan tidak menutup kemungkinan saya berhentikan. Saya ulangi, kalau mengulangi, peluangnya sangat besar saya berhentikan,” katanya.
Menurut Amran, setiap aparatur sipil negara (ASN) Kementan merupakan pelayan masyarakat sehingga memiliki tanggung jawab untuk menjaga perilaku, baik di dalam maupun di luar kedinasan.
“Ini tidak boleh, ini melanggar, kita sebagai umat beragama, kita sebagai anak bangsa, apalagi kita PNS, kita ini pelayan, itu tidak boleh. Enggak boleh memberi contoh yang tidak baik,” ujarnya.
Amran menilai ketegasan dalam memberikan sanksi merupakan bagian dari pembinaan terhadap bawahannya. Ia menyebut pencopotan pegawai yang melakukan pelanggaran sebagai bentuk kepedulian agar mereka tidak terus melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.
Menurutnya, pimpinan memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan bawahannya agar menjadi aparatur yang lebih baik. Amran menegaskan tanggung jawabnya sebagai pimpinan tidak hanya memberikan pekerjaan kepada jajaran Kementan, tetapi juga membina mereka agar menjadi pribadi dan aparatur yang lebih baik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kementan membangun jajaran aparatur yang disiplin dan berintegritas. Amran menegaskan pembinaan tetap dilakukan, sementara pelanggaran yang berulang akan diikuti dengan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Mentan Amran Pecat 13 Pejabat Kementan yang Terlibat Judi Online

Leave a Reply