20 Bulan Pimpin Satlantas Sragen, Kukuh Gagas 8 Inovasi & Bantu 2.735 Sak Semen

20 Bulan Pimpin Satlantas Sragen, Kukuh Gagas 8 Inovasi & Bantu 2.735 Sak Semen
Kasatlantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono (berdiri) memberi penyuluhan kepada jemaah dalam program Si Ratib Jumatan di Plumbungan, Karangmalang, Sragen, belum lama ini.

Floresaktual.com, SRAGEN — Selama 20 bulan memimpin Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen, AKP Kukuh Tirto Satria Leksono menggagas delapan inovasi pelayanan kepolisian. Salah satu program sosial yang dijalankan adalah penyaluran 2.735 sak semen untuk mendukung pembangunan dan perbaikan tempat ibadah di Kabupaten Sragen.

Masa tugas Kukuh sebagai Kasatlantas Sragen segera berakhir. Ia akan berpindah tugas menjadi Kasatlantas Polres Boyolali. Sementara itu, jabatan Kasatlantas Sragen akan diisi AKP Yosra Meidicta Mandung, S.T.K., S.I.K., M.P., yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Temanggung. Serah terima jabatan direncanakan berlangsung di Polres Sragen pada Selasa (20/10/2026).

Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya melalui Kasatlantas AKP Kukuh Tirto Satria Leksono kepada Espos, Sabtu (17/10/2026), menjelaskan sejumlah program yang dijalankan selama masa kepemimpinannya. Salah satunya Polisi Sragen Tertib (Si Ratib) Jumatan, yang bertujuan mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan setiap Jumat dengan menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta edukasi keselamatan berlalu lintas. Salah satu kegiatannya berlangsung pada Jumat (26/6/2026) di Masjid Al Huda, Dukuh Terik Kalang, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Kegiatan itu dipimpin Kukuh bersama jajaran personel Satlantas Polres Sragen. Melalui program tersebut, polisi berupaya hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendengarkan kebutuhan masyarakat dan membangun kebersamaan.

Dalam kegiatan tersebut, Kukuh menyoroti maraknya balap liar dan perilaku berkendara oleh anak di bawah umur. Ia mengimbau para jemaah meneruskan pesan tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar, meningkatkan pengawasan terhadap anak, serta menerapkan jam malam sebagai langkah pencegahan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum.

Kukuh juga menyosialisasikan layanan pengaduan kepolisian melalui nomor 110 yang bebas pulsa. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi, mulai dari balap liar, tindak kejahatan, gangguan kamtibmas, hingga keadaan darurat lainnya.

Selain edukasi, program Si Ratib Jumatan juga diisi kegiatan sosial. Dalam salah satu kegiatan di Masjid Al Huda, Kukuh menyalurkan bantuan 25 sak semen untuk pembangunan tempat wudu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penyelesaian pembangunan sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara polisi dan masyarakat.

“Program Si Ratib Jumatan menjadi wujud konsistensi pengabdian Satlantas Polres Sragen dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui edukasi keselamatan berlalu lintas, pesan-pesan kamtibmas, serta kepedulian sosial terhadap tempat-tempat ibadah. Selama kurun waktu 20 bulan, sejak Maret 2025 hingga Oktober 2026, program ini telah dilaksanakan sebanyak 75 kali, dengan menyasar 66 masjid, 6 pondok pesantren, dan 3 gereja di wilayah Kabupaten Sragen. Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polres Sragen telah menyalurkan bantuan sebanyak 2.735 sak semen sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan dan perbaikan sarana ibadah,” ujar dia.

Kukuh berpamitan kepada masyarakat Sragen menjelang penugasan barunya sebagai Kasatlantas Polres Boyolali. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan masyarakat selama bertugas di Sragen, sekaligus memohon maaf atas kekurangan dan meminta doa restu untuk menjalankan amanah di tempat tugas yang baru.

Delapan Inovasi Satlantas Sragen

Selain Si Ratib Jumatan, Kukuh menggagas sejumlah inovasi lain selama bertugas di Sragen. Salah satu capaian yang menonjol adalah upaya menghidupkan kembali Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ), yang disebut sudah tidak aktif sejak 2015.

Ia juga merintis nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memasukkan materi tertib berlalu lintas sebagai mata pelajaran wajib bagi pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Berikut delapan inovasi Satlantas Polres Sragen berdasarkan data yang disampaikan:

  • Si Ratib Skill Up.
  • Tim patroli Polwan Sumeni Zebra.
  • Si Ratib Jumatan.
  • Si Ratib Konco Tani.
  • Si Ratib Dolan Pasar.
  • Si Ratib Go To School.
  • Inisiasi revitalisasi Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ).

MoU dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan materi lalu lintas ke dalam kurikulum wajib SMP di Kabupaten Sragen.

Sumber: Satlantas Polres Sragen.

Leave a Reply