Floresaktual.com, BOYOLALI — Langkah Samirah, 70, menyusuri jalan di tengah hutan Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Selasa (1/9/2026). Perempuan lanjut usia itu membawa jeriken untuk mencari air setelah sumur di sekitar rumahnya mengering akibat kemarau.
Setiap hari, Samirah berjalan kaki menuju Sumur Pilang yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya. Perjalanan pulang-pergi sejauh dua kilometer itu harus ditempuh untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari.
Sesampainya di sumur, Samirah menimba air dan menuangkannya ke dalam jeriken. Air tersebut kemudian dibawa pulang dengan cara digendong menggunakan jarit yang disampirkan menyilang di tubuhnya.
Dalam sehari, Samirah dapat bolak-balik ke sumur beberapa kali. Aktivitas mencari air telah menjadi rutinitasnya sejak kekeringan melanda Desa Ngaren pada Juni 2026.
Kekeringan membuat sejumlah warga Desa Ngaren menggantungkan kebutuhan air pada Sumur Pilang dan bantuan distribusi air bersih. Warga berharap ada solusi jangka panjang agar mereka tidak lagi harus berjalan jauh ke tengah hutan setiap musim kemarau.

Leave a Reply