DPRD Jateng Ingatkan Risiko Gejolak Masyarakat di Proyek Geothermal Ungaran

DPRD Jateng Ingatkan Risiko Gejolak Masyarakat di Proyek Geothermal Ungaran
Ilustrasi Gunung Ungaran. (Instagram)

Floresaktual.com, SEMARANG — DPRD Jawa Tengah mengingatkan kepada pemerintah pusat untuk meningkatkan kehati-hatian terhadap proyek pengeboran sumur geothermal di Gunung Ungaran. Sebab, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) itu, beresiko menimbulkan kesalah pahaman persepsi di tengah masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Nur Saadah, mengatakan masyarakat sekitar perlu dilakukan sesosialiasi secepatnya. Sehingga tak menimbulkan gejolak berlebihan di kemudian hari.

“Saya harapkan dalam rangka pengembangan energi terbarukan [EBT], pihak ESDM [Energi Sumber Daya Mineral] tidak menimbulkan gejolak berlebihan. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat perlu diberikan edukasi. Sehingga nantinya bisa diberikan sebuah pemahaman yang dimengerti bersama,” kata Nur seusai audiensi dengan jajaran Dinas ESDM Jateng di kompleks DRPD Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).

Nur menyarankan supaya masyarakat setempat tidak terpancing rumor yang beredar selama ini. Masyarakat sebaiknya tenang agar setiap aspirasi dapat dijawab oleh pihak Kementerian ESDM, maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

“Kami sudah terima laporan dari Kementerian ESDM. Saat audiensi dengan dinas tadi, kami tanyakan juga apa saja informasi yang didapat dari kementerian. Ternyata kegiatan proyek ini sudah memasuki tahapan final [pekerjaan]. Mulai dari tahap studi geofisika, geothermal, sampai pembentukan perusahaan konsorsum untuk kegiatan teknis,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Komisi D, diketahui bahwa sesuai rancangan Detail Engineering Design (DED), PT PLN diberikan kewenangan untuk mengelola hasil panas bumi dari Geothermal Gedongsongo. Sedangkan permodalan untuk nilai investasinya diperoleh secara bisnis kemitraan.

“Lokasi geothermal ini sudah ditetapkan WKP sejak 2017. PLN yang dapat penugasan,” bebernya.

Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD Jateng akan bertolak ke Jakarta untuk mengetahui respons Kementerian ESDM terkait aspirasi yang disuarakan warga sekitar lokasi Geothermal Gedongsongo. Termasuk mencari tahu dampak-dampak buruknya ke masyarakat.

“Termasuk kita perlu tahu apakah prosesnya membahayakan atau tidak. Karena dulunya kan sempat mau dilakukan tapi terus dihentikan. Maka kita lakukan warning. Apabila masyarakat merasa terancam, kami bisa lakukan perlindungan,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiharto, mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan kegiatan proyek Geothermal Gedongsongo Ungaran. Adanya protes dari masyarakat di lokasi geothermal menjadi alarm kepada pemerintah agar kegiatan pengeboran dilakukan lebih hati-hati dengan memperhatikan kondisi bangunan cagar budaya di sekitar lokasi.

“Jadi saya kira enggak perlu ada kepanikan ya. Karena kita bisa melihat seluruh pengembangan panas bumi di dunia, bahwa itu greend energy ramah lingkungan,” ucap Agus.

Leave a Reply