SMA ABBS Karanganyar Bangun Wawasan Global Sejak MPLS

SMA ABBS Karanganyar Bangun Wawasan Global Sejak MPLS
SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Karanganyar menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik baru melalui kegiatan Simulasi Model United Nations (MUN), International Culture Showcase, dan Foreigner Session sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. (Istimewa)

Floresaktual.com, KARANGANYAR-SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Karanganyar menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik baru melalui kegiatan Simulasi Model United Nations (MUN), International Culture Showcase, dan Foreigner Session sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengusung semangat global citizenship, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan keberagaman budaya dunia, melatih kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sekaligus menumbuhkan karakter peserta didik yang terbuka terhadap perspektif internasional.

Kegiatan diawali dengan Simulasi Model United Nations (MUN) yang menghadirkan suasana layaknya sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seluruh peserta didik dibagi ke dalam enam kelompok, kemudian masing-masing kelompok berperan sebagai delegasi yang mewakili negara tertentu.

Melalui simulasi ini, para siswa diajak memahami pentingnya diplomasi, kerja sama internasional, serta kemampuan menyampaikan pendapat secara santun dan argumentatif. Dengan penuh antusias, setiap delegasi berdiskusi, bertukar pandangan, dan menyampaikan gagasan mengenai berbagai isu global, sehingga mereka dapat merasakan secara langsung bagaimana proses komunikasi dan kolaborasi berlangsung dalam forum internasional.

Setelah mengikuti simulasi diplomasi, kegiatan berlanjut pada sesi International Culture Showcase, yaitu presentasi representasi negara yang telah dipilih oleh masing-masing kelompok. Ruang kelas disulap menjadi area pameran budaya internasional, sehingga setiap kelompok memiliki ruang untuk memperkenalkan negara yang mereka wakili. Setiap stan menampilkan bendera negara, makanan khas, informasi mengenai budaya dan tradisi, serta berbagai ornamen yang mencerminkan identitas negara tersebut. Para peserta juga mengenakan pakaian tradisional sesuai dengan negara yang dipresentasikan sehingga suasana pameran terasa semakin hidup dan autentik.

Dalam sesi presentasi, setiap kelompok memaparkan hasil eksplorasi mereka mengenai sejarah, budaya, bahasa, sistem pendidikan, destinasi terkenal, hingga berbagai fakta menarik dari negara yang dipilih. Penyampaian dilakukan dalam bahasa Inggris dengan penuh percaya diri di hadapan guru dan teman-teman mereka.

Suasana menjadi sangat interaktif karena para peserta saling mengunjungi stan, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, sekaligus mengenal keberagaman budaya dari berbagai belahan dunia. Aktivitas ini memberikan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat global.

Sebagai puncak kegiatan, SMA ABBS Karanganyar menghadirkan narasumber internasional, Hafiza Sana Mansoor, Ph.D. Student in Education (English Applied Linguistics) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia. Dalam sesi bertajuk English as a Bridge to the Global Community, dia mengajak peserta didik melihat bahasa Inggris sebagai lebih dari sekadar mata pelajaran. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris merupakan jembatan yang menghubungkan individu dengan peluang pendidikan, dunia profesional, pertukaran budaya, serta kolaborasi internasional.

Melalui penyampaian yang komunikatif dan inspiratif, Hafiza Sana Mansoor berbagi pengalaman akademik dan perjalanan internasionalnya sebagai seorang peneliti di bidang English Applied Linguistics. Dia mendorong para siswa untuk membangun keberanian dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana menyampaikan ide, memperluas jejaring, serta membuka akses terhadap berbagai kesempatan di tingkat global. Pesan tersebut semakin menguatkan semangat peserta didik untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan.

Antusiasme siswa terlihat semakin tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai strategi meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, pengalaman belajar di lingkungan internasional, hingga persiapan melanjutkan studi ke luar negeri. Diskusi yang terjalin menunjukkan rasa ingin tahu yang besar sekaligus semangat peserta didik untuk terus berkembang sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Kepala SMA ABBS Karanganyar, Alqaan Maqbullah Ilmi, M.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan internasional yang diselenggarakan sejak hari pertama MPLS merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk peserta didik yang memiliki wawasan global, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang.

“Kami ingin peserta didik merasakan bahwa belajar tidak berhenti di dalam buku atau ruang kelas. Mereka perlu mengenal dunia, memahami keberagaman budaya, serta memiliki keberanian untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan siapa pun. Simulasi Model United Nations, International Culture Showcase, dan Foreigner Session kami hadirkan sebagai pengalaman belajar yang memungkinkan siswa mengembangkan cara berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta membangun kepercayaan diri untuk tampil di tingkat internasional. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berpikiran terbuka, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global,” ujar Alqaan.

Melalui kegiatan MPLS ini, SMA ABBS Karanganyar kembali menegaskan visinya sebagai sekolah yang mempersiapkan generasi masa depan dengan kemampuan akademik, kecakapan komunikasi, karakter kepemimpinan, dan perspektif global.

Pengalaman belajar yang memadukan simulasi diplomasi internasional, eksplorasi budaya dunia, serta dialog bersama akademisi mancanegara menjadi bekal berharga bagi peserta didik untuk memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan, kolaborasi adalah kunci kemajuan, dan komunikasi merupakan jembatan yang menghubungkan mereka dengan dunia.
Dari ruang kelas di Karanganyar, para peserta didik memulai langkah pertama sebagai pembelajar global siap mengenal dunia, menghargai setiap perbedaan, dan membangun masa depan dengan wawasan yang melampaui batas negara. (NA)

Leave a Reply