107 Ruas Jalan Nasional Terdampak Bencana Sumatra Diklaim Sudah Pulih 100%

107 Ruas Jalan Nasional Terdampak Bencana Sumatra Diklaim Sudah Pulih 100%
Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona di Kabupaten Aceh Tenggara, pada Senin (1/12/2025). (BPMI Sekretariat Presiden)

Floresaktual.com, JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendata sebanyak 107 ruas jalan nasional terdampak bencana Sumatra telah pulih dan kembali berfungsi 100%. Selain itu, 43 jembatan juga telah berfungsi kembali secara penuh.

Sementara itu pada jaringan jalan daerah, penanganan telah dilakukan pada 2.277 ruas jalan dari total 2.421 ruas jalan terdampak atau 94%. Adapun 792 jembatan dari 1.181 jembatan yang terdampak atau 67% juga telah ditangani dan kembali beroperasi.

Secara spasial, pemulihan konektivitas juga menunjukkan capaian positif di berbagai provinsi terdampak. Di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kementerian PU menyebutkan seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali fungsional, sehingga akses antarwilayah dapat kembali dilalui masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan percepatan pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. “Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan. Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih,” kata Dody dalam siaran pers, Sabtu (18/4/2026), seperti dikutip dari Bisnis.com

Untuk mendukung percepatan pemulihan akses di lapangan, Kementerian PU turut membangun jembatan darurat sebagai solusi cepat konektivitas, antara lain jembatan Bailey dengan bentang hingga 30 meter dan kapasitas beban mencapai 30 ton, serta jembatan Armco yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Pendekatan Build Back Better

Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 36 unit jembatan Bailey telah terpasang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyediaan jembatan darurat ini menjadi langkah strategis untuk menjaga mobilitas masyarakat, khususnya pada wilayah yang akses jalannya terputus akibat bencana, sehingga distribusi logistik dan aktivitas ekonomi dapat segera pulih.

Dalam jangka menengah, Kementerian PU juga memperkuat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi melalui peningkatan anggaran, termasuk pada sektor Bina Marga yang naik senilai Rp7,61 triliun, dari semula Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun.

Langkah ini difokuskan untuk penanganan material longsoran serta rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan nasional maupun jalan daerah di wilayah terdampak. Penanganan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui pendekatan build back better, yang tidak hanya memulihkan infrastruktur tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap risiko bencana di masa mendatang.  

“Kami tidak hanya memperbaiki, tetapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana,” kata Dody.

Kementerian PU terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta Kementerian/Lembaga terkait dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif. Termasuk dalam proses identifikasi, verifikasi, serta penentuan prioritas penanganan di lapangan.

Kementerian PU optimistis konektivitas di wilayah terdampak bencana dapat pulih sepenuhnya dan mendukung percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “107 Ruas Jalan Nasional Terdampak Bencana Sumatra Kembali Berfungsi 100%”.

Leave a Reply