Polisi Selidiki Temuan Janin Dibungkus Kresek di Rumah Warga Ngebel Ponorogo

Polisi Selidiki Temuan Janin Dibungkus Kresek di Rumah Warga Ngebel Ponorogo
Petugas kepolisian saat mengamankan janin bayi yang ditemukan terbungkus plastik kresek pada rumah warga Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Rabu (15/4/2026) malam. (Istimewa)

Floresaktual.com, PONOROGO — Seorang perempuan berinisial T (40), warga Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, dilarikan ke RSUD dr. Harjono karena mengalami pendarahan hebat, Selasa (14/4/2026). Setelah menjalani pemeriksaan dan harus menjalani perawatan atau opname, perempuan tersebut mengaku keguguran dan menyimpan janinnya di bawah kasur tempat tidur di rumahnya.

Pengakuan tersebut kemudian memicu penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan apakah terdapat unsur dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Rabu (15/4/2026) malam dan langsung melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan, petugas menemukan bungkusan plastik keresek berisi janin dan pampers yang disimpan di bawah kasur tempat tidur di rumah warga Desa Pupus, Kecamatan Ngebel.

“Kami koordinasikan dengan Satreskrim Polres Ponorogo dan janin tersebut dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Harjono sekitar Kamis dini hari,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, janin yang ditemukan masih berlumuran darah tersebut diperkirakan berusia sekitar tiga hingga empat bulan dan diduga telah keluar beberapa hari sebelum ditemukan.

Nuryadi mengatakan kasus penemuan janin tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengumpulkan keterangan dari enam orang saksi, yang terdiri atas anggota keluarga, tetangga, hingga tenaga kesehatan, untuk memperjelas peristiwa tersebut.

Dari hasil keterangan sementara, diketahui perempuan tersebut telah pisah ranjang dengan suaminya selama sekitar dua tahun.

Selain itu, berdasarkan keterangan saksi, perempuan tersebut juga baru saja kehilangan kedua orang tuanya sekitar tujuh hari sebelumnya. Kondisi tersebut diduga membuat aktivitasnya meningkat dan menjadi salah satu kemungkinan penyebab terjadinya keguguran.

“Tapi lebaran kemarin suaminya sempat berkunjung ke rumah, tidak menginap. Sudah lebih dari dua tahun pisah ranjangnya,” jelas Nuryadi.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi ahli guna memastikan penyebab keluarnya janin serta alasan penyimpanannya di bawah kasur.

Kapolsek Ngebel menambahkan pihaknya juga akan kembali meminta keterangan dari ahli kesehatan untuk melengkapi proses penyelidikan.

“Nanti siang kita minta keterangan dari ahli kesehatan lagi untuk lebih detail terkait perkara ini,” kata dia.
 
 

Leave a Reply