Floresaktual.com, SOLO — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta pada Selasa (14/4/2026). Dalam momentum Syawal, sebanyak 32 istri dokter dan pejabat struktural berkumpul dalam kegiatan Silaturrahim Syawalan Istri Pegawai RS PKU Muhammadiyah Surakarta bertema “Bersatu dalam Ukhuwah Menebar Barokah”.
Bukan sekadar pertemuan biasa, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, sekaligus meneguhkan peran keluarga dalam perjalanan pelayanan rumah sakit. Tawa ringan dan obrolan hangat mengalir, menciptakan suasana yang akrab layaknya sebuah keluarga besar.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya tausiyah yang disampaikan oleh Ustazah Evi Fitriana. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para peserta untuk memperkuat ukhuwah, menjaga keharmonisan keluarga, serta menanamkan nilai keikhlasan dalam mendukung peran suami sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan bahwa silaturahmi hendaknya dijaga dari hal-hal yang kurang bermanfaat, dan justru dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif, saling menguatkan, serta membawa kebaikan bagi sesama.
Ketua panitia, dr. Siti Wahyuningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun wadah silaturahmi yang lebih terarah.
“Ini adalah awal dari kebersamaan yang ingin kami bangun. Kami berharap para istri pegawai tidak hanya saling mengenal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari keluarga besar rumah sakit yang saling menguatkan dan berkontribusi,” ungkapnya.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa peran istri pegawai memiliki arti penting dalam mendukung pelayanan rumah sakit, baik dari sisi keluarga maupun sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah.
“Istri pegawai adalah bagian dari kekuatan besar rumah sakit yang sering kali tidak terlihat, namun sangat dirasakan. Dari keluarga yang kuat, akan lahir semangat kerja yang lebih baik. Kami berharap silaturahmi ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus tumbuh menjadi energi kebersamaan yang membawa keberkahan, sekaligus menjadi media syiar dan promosi kebaikan RS PKU Muhammadiyah Surakarta kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkembang lebih luas, dengan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat seperti edukasi kesehatan, tausiyah, serta digunakan sebagai sarana untuk menginformasikan layanan rumah sakit.
Momen yang paling berkesan terjadi dalam sesi berbagi yang dipandu oleh Rita Arief Budiman. Dari diskusi yang hangat dan penuh semangat, lahirlah sebuah kesepakatan untuk membentuk wadah kebersamaan bernama IKI PKU (Ikatan Istri Pegawai RS PKU Muhammadiyah Surakarta).
Rita Arief Budiman yang dipercaya sebagai ketua diharapkan dapat memimpin wadah ini sebagai ruang silaturahim yang tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi rumah sakit dan masyarakat.
Pertemuan ini pun ditutup dengan kesepakatan untuk mengadakan kegiatan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Dari sebuah silaturahmi sederhana di bulan Syawal, tumbuh harapan besar akan kebersamaan yang lebih kuat, penuh makna, dan menebar manfaat.

Leave a Reply