Hujan Deras Intensitas Tinggi, Daerah Bawu dan Kismoyoso Boyolali Sempat Banjir

Hujan Deras Intensitas Tinggi, Daerah Bawu dan Kismoyoso Boyolali Sempat Banjir
Foto Banjir yang melanda Desa Kismoyoso (kiri), Kecamatan Ngemplak dan Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali pada Rabu (15/4/2026). (Istimewa)

Floresaktual.com, BOYOLALI — Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali, Rabu (15/4/2026). Genangan air terjadi di sekitar Jembatan Gantung Bawu, Kecamatan Kemusu, serta Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak.

Hujan di kedua wilayah tersebut mulai turun sejak Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu pagi.

Camat Kemusu, Rudhiyanto, mengatakan kawasan sekitar Jembatan Bawu tergenang air yang berasal dari aliran Sungai Braholo, Sungai Serang, serta genangan dari Waduk Kedung Ombo (WKO).

Meski demikian, Jembatan Bawu masih dapat dilewati, tetapi akses menuju jembatan sempat terganggu akibat luapan air.

“Semalam sejak pukul 22.00 WIB curah hujan tinggi hingga subuh. Air menggenang tanah sekitar Jembatan Bawu dan hampir menyentuh jembatan gantung. Itu merupakan genangan air dari Waduk Kedung Ombo,” kata Rudhiyanto saat dihubungi Espos, Rabu.

Ia menjelaskan tingginya curah hujan menyebabkan aliran Sungai Serang dan Sungai Braholo meluap sehingga elevasi air di Waduk Kedung Ombo meningkat.

Menurutnya, banjir di kawasan tersebut kerap terjadi saat musim hujan karena dipicu kenaikan permukaan air waduk. “Warga masih tetap beraktivitas karena sudah terbiasa dengan kondisi banjir seperti ini,” ujarnya.

Rudhiyanto mengatakan genangan air terutama berdampak pada lahan pertanian warga di pinggir sungai. Selain itu, beberapa jaring milik petani ikan dilaporkan hanyut terbawa arus.

Namun hingga saat ini belum ada laporan rumah warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak.

Warga Dukuh Ngampo, Eko Prasetyo, mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam. “Saya di Dukuh Ngampo, banjirnya hanya genangan tipis. Yang terdampak parah di dekat Jembatan Peres,” katanya.

Babinsa Kismoyoso, Serka Eko Tri Bowo, mengatakan banjir melanda RT 02 dan RT 03 Dukuh Beran serta RT 03 RW 01 Dukuh Tegalan. Genangan air sempat mencapai ketinggian sekitar lutut orang dewasa, namun kondisi tersebut berangsur surut pada Rabu sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurutnya, banjir berasal dari luapan sungai desa serta limpasan air dari lahan pertanian warga di sekitar wilayah tersebut. “Ini banjir musiman di Kismoyoso. Biasanya terjadi ketika hujan deras lebih dari dua jam,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi banjir kali ini relatif lebih baik dibanding sebelumnya karena sungai di wilayah tersebut telah dilakukan normalisasi.

Meski tidak mengganggu aktivitas warga secara umum, kegiatan belajar di SD Negeri 3 Kismoyoso sempat diliburkan sementara karena halaman sekolah sempat tergenang banjir sebelum akhirnya surut pada pagi hari.

Leave a Reply