Floresaktual.com, WASHINGTON — Lebih dari 20 kapal komersial dilaporkan melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir meskipun Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim terhadap kapal yang berkaitan dengan Iran.
Laporan The Wall Street Journal, Selasa (15/4/2026), menyebut kapal-kapal tersebut terdiri dari kapal kargo, kapal kontainer, dan kapal tanker yang keluar masuk wilayah Teluk Persia.
Menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat, kapal yang tidak menuju pelabuhan Iran dikecualikan dari blokade sehingga tetap diperbolehkan melintas di jalur laut strategis tersebut.
Beberapa kapal bahkan dilaporkan mematikan transponder selama pelayaran untuk mengurangi risiko potensi serangan dari pihak Iran.
Situasi ini terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang meningkat setelah gagalnya perundingan kedua negara di Islamabad, Pakistan, pada 11–12 April 2026.
Dalam perundingan tersebut, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance kembali ke negaranya tanpa menghasilkan kesepakatan.
Setelah perundingan gagal, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan mulai memblokade semua kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Trump juga memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk melacak dan mencegat kapal yang membayar Iran untuk mendapatkan akses melintasi Selat Hormuz.
Blokade tersebut mulai diberlakukan pada Senin pukul 14.00 waktu setempat. Meski demikian, Trump tetap menyampaikan optimisme bahwa perundingan baru dengan Iran masih dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Dalam wawancara dengan New York Post, ia mengatakan pembicaraan lanjutan berpotensi berlangsung dalam dua hari ke depan, kemungkinan kembali dimediasi oleh Pakistan.
Trump juga menyebut Marsekal Lapangan Pakistan Jenderal Asim Munir sebagai sosok yang berperan penting dalam upaya mediasi tersebut.
Namun dalam percakapan telepon terpisah dengan media yang sama, Trump menyatakan lokasi perundingan selanjutnya juga dapat dipindahkan ke tempat lain.
“Kami mungkin akan pergi ke lokasi lain. Kami sudah mulai memikirkan lokasi lain untuk perundingan,” kata Trump.
Seorang pejabat Gedung Putih turut mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran masih dipertimbangkan menjelang kemungkinan berakhirnya gencatan senjata dua pekan yang diumumkan sebelumnya.
“Pembicaraan selanjutnya sedang dibahas tetapi belum ada yang dijadwalkan saat ini,” ujar pejabat tersebut.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga memicu lonjakan harga minyak dunia, karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Di tengah blokade tersebut, sebuah kapal tanker terkait China yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman.
Menurut laporan Bloomberg, kapal tanker Rich Starry—yang sebelumnya bernama Full Star—sempat gagal pada upaya pertama karena blokade mulai diberlakukan, tetapi berhasil melintas setelah mencoba kembali beberapa jam kemudian.
Kapal tersebut sebelumnya dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada 2023 karena diduga membantu Iran menghindari pembatasan perdagangan energi.
Selain itu, kapal tanker lain bernama Elpis juga dilaporkan menuju Teluk Oman selama blokade berlangsung. Kapal tersebut juga pernah dijatuhi sanksi oleh AS karena terkait dengan perdagangan minyak Iran.
Ketegangan ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut membuat Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam dinamika geopolitik dan perdagangan energi global.
Hingga kini, jalur maritim tersebut belum sepenuhnya dibuka kembali, meskipun gencatan senjata sementara selama dua pekan telah diumumkan sebelumnya oleh pemerintah Amerika Serikat.

Leave a Reply